Tuesday, 26 October 2021

Manfaat Model Pembelajaran SETS Terhadap Motivasi Siswa Dalam Kecerdasan Emosional



(sumber: https://id.pinterest.com)

        Hai teman teman, kali ini saya akan menuliskan sebuah artikel tentang model pembelajaran SETS lohh, apa sih model pembelajaran SETS itu?, nah Model Pembelajaran SETS merupakan Model Pembelajaran yang unik, mengapa? Karena Model pembelajaran SETS mengajarkan siswa menghubungkan Teori pelajaran yang di dapatkan di sekolah dengan penerapanya dalam bentuk teknologi, dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dan itu  merupakan suatu bentuk upaya pembelajaran yang bersifat nyata dan kontekstual.

                
 (sumber: https://www.shutterstock.com/)

          Lalu apa hubunganya motivasi dalam kecerdasan emosional siswa? Karena di Model Pembelajaran SETS siswa tidak hanya sekedar belajar teori justru membuatnya lebih kreatif lagi dalam hal misalnya menemui masalah di kehidupan yang nyata dan siswa mencoba menyelasaikan permasalahan tersebut dengan bimbingan orang lain maupun secara mandiri. Contoh lainya misalnya dalam materi pembelajaran pencemaran lingkungan berbasis sets, dalam pembelajaran tersebut, siswa mendapatkan motivasi dalam pembelajaran, bahwa pencemaran lingkungan, bisa merusak lingkungan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, bahkan bumi kita ikut terancam jika kita merusak lingkungan.

        Di dalam proses itulah motivasi siswa dan kecerdasan emosional siswa di pengaruhi untuk membuat siswa lebih peka terhapan lingkungan dan dampaknya untuk kehidupan masa yang akan datang karena para siswa inilah yang akan mengemban tugas tersebut. Pembelajaran SETS memberikan pengaruh yang cukup efektif dalam proses belajar mengajar, karena tidak hanya menjelaskan, game, quis, dan presentasi. Pembelajaran SETS lebih menekankan konsep dasar science dengan menghubungkan teknologi, lingkungan, sosial. Dan jangan terlalu binggung Pembelajaran SETS bisa di kombinasikan dengan Model pembelajaran lain seperti disovery learning untuk mananamkan nilai nilai kepada siswa, dan Pembelajaran IPA bervisi SETS dengan metode discovery learning melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, dapat meningkatkan keterampilan proses sains.

                                                 (sumber: https://www.shutterstock.com)

        Oleh karena itu Pembelajaran bervisi SETS sangat membantu untuk mencerdaskan emosional siswa dan Motivasi siswa dalam hal belajar sains yang bisa membuat untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, supaya pembelajaran ipa menjadi lebih menarik lagi dan tidak membosankan apalagi belajar ipa hanya sebatas hafalan yang membuat siswa jenuh dan malas melihat pelajaran IPA..

Terima kasih berharap bisa bermanfaat kepada yang membaca artikel ini SEKIAN…………



Daftar Pusataka

Harnani, S. and Suyatna, A. (2015) ‘Lks Pemanasan Global Bervisi Sets Berorientasi Kontruktivistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis’, Prosiding Seminar Nasional Fisika, IV, pp. 179–184. Available at: http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosidingsnf/article/view/5004.

Karakter, M., Aktivitas, D. A. N. and Smp, S. (2014) ‘PENGEMBANGAN MEDIA GAME ULAR TANGGA BERVISI SETS TEMA ENERGI PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER DAN AKTIVITAS SISWA SMP/MTs’, USEJ - Unnes Science Education Journal, 3(3). doi: 10.15294/usej.v3i3.4284.

Minarti, I. B., Susilowati, S. M. E. and Indriyanti, D. R. (2012) ‘Sets Berbasis Edutainment Pada Tema Pencernaan’, Journal of Innovative Science Education, 1(2), pp. 105–111. Available at: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jise.

Nugraha, D. A. and Binadja, A. (2013) ‘Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks Bervisi Sets, Berorientasi Konstruktivistik’, Journal of Innovative Science Education, 2(1).

‘PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERVISI SETS DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENANAMKAN NILAI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Setyo Eko Atmojo setyoekoatmojo@yahoo.co.id FKIP Universitas PGRI Yogyakarta A . Pendahuluan Penyajian kegiatan pembelajaran yang kurang bervariasi baik pada pendekatan , model , maupun media pembelajaran dapat menimbulkan kejenuhan siswa terhadap kegiatan pembelajaran . Bila hal tersebut menjadi kurang tertarik dan bosan terhadap pembelajaran IPA . Sikap bosan dan tidak tertarik dengan pelajaran IPA nantinya dapat berakibat pada rendahnya pemahaman siswa terhadap materi IPA . Proses belajar adalah proses kreatif dalam membangun pengetahuan siswa . Proses kreatif tersebut dapat dilihat dari terjadi interaktif antara siswa dan guru , antara siswa dan sumber pengetahuan , antara siswa dan sistem akademik . Oleh karena itu , perlu metode pembelajaran yang dapat menembangkan rasa ingin tahu , peduli pada lingkungan , pikir , mengamati , menganalisa , hingga mengambil kesimpulan dari hal-hal sederhana yang terjadi di lingkungan sekitar . Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah Pembelajaran dengan metode discovery learning bervisi SETS . Pembelajaran IPA bervisi SETS Technology and Society ) yang mengaitkan antara sains , lingkungan , teknologi dan masyarakat dalam pembelajaran peserta didik diarahkan untuk menghasilkan produk kegiatan Produk pembelajaran yang dimaksud dapat Pembelajaran IPA bervisi SETS dengan metode discovery learning yang’ (no date), pp. 1–20.

Rohmadi, M. (2011) ‘Pembelajaran dengan Pendekatan CEP (Chemo-enterpreneurship) yang Bervisi SETS (Science. Environtment, Technology and Society) Guna Meningkatkan Kualitas Pembelajaran’, Jurnal Education, 6(1), p. 19.

Sugiarto, A. and Djukri, D. (2015) ‘Pembelajaran Berbasis Sets Sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Dalam Pemecahan Masalah Pencemaran Lingkungan’, Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 1(1), p. 1. doi: 10.21831/jipi.v1i1.4527.

Zahra, A. S., Sylviana, M. and Kusuma, M. (2018) ‘Kajian Aktivitas Penambangan Batu dan Pasir di Sungai Gung Desa Kajen Kecamatan Lebaksiu Melalui Pendekatan SETS’, Jpmp, 2(1), pp. 67–74.

Wednesday, 10 June 2020

Artikel Media Pembelajaran



Abstrak
               Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan, termasuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Belajar dapat terjadi dengan benar (efisien, efektif dan menarik), jika seorang guru dapat membuat perubahan dalam penyampaian materi saja. media pembelajaran merupakan bagian penting dari sistem pembelajaran. Dengan media pembelajaran Proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan praktis, Media pembelajaran menyediakan banyak metode dan jenis media.
                Media yang disediakan oleh guru belajar harus konsisten dengan materi yang akan disampaikan. Selain itu, guru harus beradaptasi media yang digunakan oleh intelijen siswa, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan dengan maksimal. media pembelajaran mempunyai tujuan untuk meningkatkan kretivitas, keaktivan dari siswa dalam proses pembelajaran.
                Setiap siswa pasti memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal menangkap materi yang disampaikan. media pembelajaran ini sangat berguna bagi guru dan siswa, media pembelajaran dapat dengan mudah dijalankan oleh guru dan murid untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
Kata kunci: Media untuk pembelajaran, pemanfaatan media, visi dan misi media pembelajaran.

A. PENDAHULUAN
               Media pembelajaran adalah komponen belajar memainkan peran penting dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan media harus menjadi bagian yang harus mendapat perhatian dari guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran.
               Oleh karena itu, guru / fasilitator perlu belajar bagaimana untuk membangun lingkungan belajar untuk mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses pembelajaran. Bahkan, media pembelajaran masih sering diabaikan oleh banyak pengajar, antara lain: tidak ada waktu untuk membuat peraturan untuk persiapan mengajar, kesulitan untuk menemukan media yang tepat, tidak adanya biaya, dan lain-lain.  itu sebenarnya tidak perlu terjadi apabila jika setiap pendidik telah memiiki pengetahuan dan keterampilan dalam media pembelajaran.
               Harapan yang tidak pernah memudar dan selalu guru wajibkan adalah bagaimana pelajaran materi yang disampaikan oleh guru dapat dipahami dan mudah dicerna oleh anak didik  secara menyeluruh. Ini adalah masalah yang cukup rumit dirasakan oleh guru. Kesulitannya adalah anak didik merupakan mahluk sosial dari latar belakang yang berbeda dan juga individu dengan segala beragam keunikanya.
               Setidaknya ada tiga aspek bahwa siswa membedakan satu sama lain, yaitu, aspek intelektual, psikologis dan biologis. Ketiga aspek tersebut diakui sebagai akar penyebab yang memunculkan berbagai sikap dan perilaku siswa di sekolah. Hal itu juga yang membuat guru merasa kesulitan untuk mengatur kelas dengan baik. Keluhan guru sering keluar hanya karena kesulitan mengelola masalah kelas. akibat dari kegagalan guru untuk mengelola kelas, tujuan mengajar sulit untuk tercapai, dan hal itu  sepertinya tidak perlu terjadi karenausaha yang di lakukan masih sangat terbuka

B. PEMBAHASAN
1) Definisi media pembelajaran               
Media berasal dari bahasa Latin, bentuk jamak dari "medium", yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar, sumber pesan atau melalui pengenalan dengan penerima pesan. Schramm (1977) mengklaim bahwa media pembelajaran adalah pesan teknologi yang dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran. Dalam pengertian ini, guru, buku pelajaran, dan lingkungan dari sekolah merupakan media. Secara khusus, konsep media dalam proses belajar mengajar sering diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografi, atau elektronik untuk menangkap, mendapatkan sebuah proses dan rekonstruksi informasi visual atau verbal. Media pembelajaran merupakan bagian penting dari sistem pembelajaran. pembelajaran media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk mengirimkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa untuk mendorong pembelajaran. Belajar dengan menggunakan media pembelajaran tidak hanya terpaku menggunakan kata-kata saja . Dengan demikian, kita bisa berharap semoga hasil  pengalaman belajar lebih bermakna bagi siswa.       
        Yang mendasari landasan teoritis pendidilkan penggunaan media adalah teori Bruner yang menjelaskan bahwa penggunaan media akan membuat siswa akan mendapatkan pengalaman baru dalam belajar. Menurut Bruner (1966: 10-11), ada tiga tingkatan utama modus yang berinteraksi untuk mendapatkan pengalaman, (knowledge, skill atau trait)tyang baru, yaitu :A New Search
1) Pengalaman langsung (enactive)
2) Pengalaman image bergambar / (ikon)
3) Pengalaman abstrak (simbolik)
2. Ciri-Ciri Media Pendidikan
Ciri-ciri media pendidikan menurut Gerlach & Ely (1971):
1. Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Mendeskripsikan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek yang dapat memilah dan mengatur ulang melalui perantara Film media, fotografi, rekaman video, dsb.
2. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Suatu kejadian atau objek yang bisa mengambil waktu berhari-hari untuk bisa diperlihatkan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar rekaman selang waktu, yang hanya mengambil bagian-bagian penting dan membuang yang tidak berguna.
3. Ciri Distributif (Distributive Property)
Memungkinkan suatu objek atau kejadian diangkut melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama dari insiden tersebut..


3)    Peran Media Pembelajaran
Dunia pendidikan bergerak sangat cepat karena mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasarkan pada peningkatan iman dan takwa, Pelajaran berlangsung untuk memfasilitasi belajar melalui penataan informasi dan lingkungan, karena belajar biasanya menyerap informasi baru karena itu perlu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi sehingga media dapat digunakan mengajar secara efektif.
4) Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Salah satu fungsi utama media belajar adalah sebagai pusat perhatian siswa lalu untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran, alat itu hanya untuk membantu mengajar yang  ikut mempengaruhi suasana, kondisi dan lingkungan belajar yang diselenggarakan dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986) mengatakan  media pembelajaran yang dipakai dalam proses belajar mengajar dapat memberikan keinginan dan minat yang baru juga bisa membuat membangkitkan motifasi dan memberikan rangsangan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Levie dan Lentz (1982) menunjukkan empat fungsi media, khususnya media visual yaitu :
a) Fungsi atensi
        Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan memperhatikan langsung kepada para siswa untuk fokus pada isi pelajaran yang terkait dengan makna tampilan visual atau teks yang menyertai materi pelajaran.
b) Fungsi afektif
fitur media visual afektif dapat dilihat dari tingkat kenyamanan siswa ketika melakukan belajar (atau membaca) tampilan teks yang bergambar .
c) Fungsi kognitif
fungsi kognitif media visual dapat dilihat dari hasil penelitian yang memberitahukan bahwa lambang visual bisa mempermudah tercapainya tujuan untuk paham dan ingat informasi yang terkandung dalam gambar.
d) Fungsi kompensatoris

      Media visual yang meberikan untuk memahami teks bagi siswa yang cukup lemah dalam membaca teks yang banyak verbal .untuk membuat teks menjadi mudah di pahami dan gampang diingat.
Media pembelajaran menurut Kempdan Dayton (1985, 3-4) bisa melakukan tiga fungsi utama, yaitu  :
1.       Memotivasi minat dan tindakan
2. .      Penyajian Informasi
3. .      menginstruksikan
Ensiklopedia penelitian pendidikan di Hamalik (1994: 15) menjelaskan manfaat media pendidikan sebagai berikut:
a. Meletakkan dasar pemikiran yang nyata, sehingga bisa mengurangi tulisan teks yang terlalu kurang dipahami.
b. membuat perhatian siswa lebih besar.
c. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk membuat belajar yang lebih berkembang, oleh karena itu, membuat pelajaran lebih stabil.
d. Memberikan pengalaman nyata yang dapat mengembangkan kegiatan mereka sendiri di antara siswa.
e. Pertumbuhan pemikiran yang teratur dan terus menerus, khususnya melalui gambar hidup.
f. Membantu tumbuhnya pengertian bisa membantu mengembangkan kemampuan bahasa.
g. Memberikan pengalaman yang sulit dicapai dengan cara lain dan berkontribusi terhadap efektivitas dan keragaman yang lebih besar dalam belajar.


5) Syarat Media Pembelajaran
                    Dunia pendidikan mengalami kemajuan yang sangat cepat karena untuk mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari pada peningkatan iman dan takwa, Pelajaran berlangsung untuk memfasilitasi belajar melalui penataan informasi dan lingkungan, karena belajar biasanya menyerap informasi baru karena itu perlu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi sehingga media dapat digunakan secara efektif untuk mengajar


6) Macam-macam media pembelajaran
Media pembelajaran merupakan komponen pegajaran yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangan media pembelajaran dengan mengikuti perkembangan dari teknologi. Berdasarkan dari berkembangnya, teknologi media pembelajaran dibagi menjadi empat kelompok, yaitu :
a. Media hasil teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku, foto, grafik. Teknologi cetak mempunyai cirri-ciri sebagai berikut;
1. Teks dibaca secara linear, sementara diamati secara visual dengan berdasarkan ruang;
2. Teks dan tampilan visual memperlihatkan komunikasi dua arah dan responsif;
3. teks dan visual menampilkan statis;
4. Perkembangan tersebut sangat tergantung pada bahasa dan prinsip-prinsip persepsi visual;
5. baik teks ataupun visual tetep berpusat pada siswa;
6. Informasi dapat diatur ulang atau didata kembali oleh pengguna.
b. Media Hasil teknologi audio-visual adalah bagaimana cara menghasilkan atau menyampaikan materi belajar lewat mesin mekanik dan elektronik untuk menampilkan pesan-pesan audio. Sedangkan fitur utama dari teknologi media audiovisual, yaitu,:
1. Biasanya linear;
2. menyajikan visual yang dinamis;
3. Menggunakan cara yang telah ditetapkan oleh pembuat;
4. Merupakan ide-ide abstrak repsentasi fisik atau ide-ide imajinasi;
5. Dikembangkan oleh prinsip behaviorisme dan prinsip-prinsip psikologis kogitif
6. Pada umumnya, mereka diarahkan untuk guru dengan tingkat keterlibatan interaktif siswa yang rendah
c. Hasil rata-rata komputer berbasis teknologi merupakan bentuk produksi atau distribusi bahan dengan menggunakan sumber daya yang berbasis mikro-prosesor (di media ini materi / informasi disimpan dalam bentuk digital bukan dicetak atau visual)ada beberapa ciri media yang dihasilkan dari tekologi berbasis komputer (baik hardware dan software), yaitu :
1. Mereka dapat digunakan secara bebas atau acak, dan  secara linear;
2. Mereka dapat digunakan pada keinginan siswa atau dengan keinginan perancang / pengembang untuk yang di rencanakanya;
3. Biasanya ide ide yang dapat digunakan dalam gaya abstrak dengan kata-kata  simbol dan grafis;
4. Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini;
5. Belajar bisa berorientasi kepada siswa dan  untuk memberikan interaktivitas siswa yang tinggi.
d. Media hasil dari gabungan teknologi komputer dan cetak adalah cara untuk memproduksi dan menyediakan atau menyampaikan bahan ajar yang menggabungkan penggunaan beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer. Adapun beberapa fitur utama, yaitu:
1. Ide-ide sering disajikan sebagai realistis dalam konteks pengalaman siswa, menurut apa yang relevan bagi siswa, dan di bawah kendali siswa;
2. Prinsip ilmu kognitif dan konstruktivis diterapkan dalam pengembangan dan penggunaan dalam belajar mengajar;
3. Belajar terorganisir dan terfokus pada bidang kognitif sehingga dikuasai pengetahuan jika pelajaran yang digunakan;
4. bahan bahan ajar bisa melibatkan banyak interaksi dan aktivitas siswa;
5. Baku-bahan materi pembelajaran memadukan kata gambar dari berbagai sumber.

5.      Pemilihan Media Pembelajaran
Pada posisi yang umum dan komprehensif menentukan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor berikut:
a) Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang terdiri dari faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang tersedia, waktu (waktu mengajar yang tersedia dan pengembangan bahan dan media), sumber sumber yang tersedia (manusia dan material);
b) Persyaratan untuk konten, tugas dan jenis konten pembelajaran beragam dari sisitugas yang ingin diterapkan siswa, seperti menghafal, penerapan keterampilan penalaran dan berpikir untuk tingkat yang lebih tinggi. Setiap kategori belajar, memerlukan  perilaku yang berbeda. oleh karena itu akan memerlukan teknis dan penyajian media yang jenisnya juga berbeda pula;
c) Hambatan dari siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan kompetensi inti, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer dan karakteristik dari siswa lainya;
d) Pertimbangan lain adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru dan siswa) dan efisiensi biaya;
e) pemilihan media juga harus dipertimbangkan dengan:
1. Kemampuan untuk menunjang presentasi stimulus yang tepat (visual dan / atau audio)
2. Kemampuan untuk menunjang respon siswa yang benar (ditulis, audio, dan / atau aktivitas fisik);
3. Kemampuan untuk merespon  tanggapan;
f) Pemilihan media primer dan media sekunder untuk menyajikan informasi atau rangsangan, dan untuk latihan dan tes (alangkahlebih baik menggunakan media yang sama), misalnya untuk tujuan pembelajaran yang melibatkan menghafal;
g) Media sekunder wajib memperoleh perhatian karena pembelajaran yang berhasil itu menggunakan media yang berbeda beda , siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

6. Pentingnya pemanfaatan Media dalam pembelajaran
       Secara umum, Media menyiratkan "Segala sesuatu yang dapat menyebarkan    informasi dan sumber daya informasi untuk penerima informasi". Dari pengertian tersebut bahwa jika dikaitkan dengan media pembelajaran yang bisa kita ambil dari pemahaman bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat memberikaninformasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan untuk mencapai tujuan belajar Dari penjelasan tadi  dapat dipahami bahwa peristiwa belajar-mengajar pada intinya adalah suatu proses komunikasi. Sebagai suatu proses komunikasi, alat perantara (alat bantu) merupakan salah satu unsur pendukung yang hampir mustahil ditinggalkan dalam suatu peristiwa pembelajaran

7. Manfaat media pembelajaran
           Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli, seperti Sudjana dan Rival (2010: 2) poin manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa itu adalah:
a) Siswa akan tertarik terhadap pembelajaran dan dapat membuat motivasi siswa meningkat dalam belajar
b) Bahan ajar akan lebih  mudah dipahami oleh siswa karena memnuat lebih menarik
c) Dan metode mengajar akan lebih bervariasitidak hanya menggunakan komunikasi verbal yang dibawakan guru sehingga membuat murid menjadi bosan
d) Siswa akan terlihat lebih aktif dalam melakukan kegiatan belajar, karena siswa harus mengamati melakukan menganalisis mendemonstrasikan dan masih banyak lagi, sehingga membuat suasana kelas menjadi lebih berwarna

C.    PENUTUP
            Kata media berasal dari bahasa yunani medius yang secara literal memliki arti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dan dalam bahasa Arab adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. media pembelajaran merupakan bagian penting dari sistem pembelajaran. Sarana belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan tersedia untuk siswa dalam rangka untuk memajukan proses belajar mengajar.


(Nurseto, 2012)
(Setiawati et al., 2018)
(Kumalasani, 2018)
(Safei, 2007)
(Pebriani, 2017)
(Desriana et al., 2018)
(Muhisn et al., 2019)
(Mahnun, 2012)
(Taufik et al., 2010)
(Hardianto, 2005)
(Firdaus, 2017)














Desriana, D., Amsal, A., & Husita, D. (2018). Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan Dengan Media Internet Dalam Pembelajaran Asam Basa di MAN Indrapuri. Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 2(1), 50–55. https://doi.org/10.24815/jipi.v2i1.10729
Firdaus, T. (2017). Pemanfaatan media berbasis teknologi dan pembelajaran. Artikel: Media Pembelajaran STKIP.
Hardianto, D. (2005). Media Pendidikan Sebagai Sarana Pembelajaran Efektif. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 1(1), 95–104.
Kumalasani, M. P. (2018). Kepraktisan Penggunaan Multimedia Interaktif Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV SD. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 2(1A), 1–11. https://doi.org/10.21067/jbpd.v2i1a.2345
Mahnun, N. (2012). Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran). An-Nida’, 37(1), 27–35.
Muhisn, Z. A. A., Ahmad, M., Omar, M., & Muhisn, S. A. (2019). The impact of socialization on collaborative learning method in e-Learning Management System (eLMS). International Journal of Emerging Technologies in Learning, 14(20), 137–148. https://doi.org/10.3991/ijet.v14i20.10992
Nurseto, T. (2012). Membuat Media Pembelajaran yang Menarik. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 8(1), 19–35. https://doi.org/10.21831/jep.v8i1.706
Pebriani, C. (2017). Pengaruh penggunaan media video terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif pembelajaran IPA kelas V. Jurnal Prima Edukasia, 5(1), 11. https://doi.org/10.21831/jpe.v5i1.8461
Safei, S. (2007). Penggunaan Media Grafis Dalam Proses Pembelajaran. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 10(1), 116–123. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/lentera_pendidikan/article/view/3729/3403
Setiawati, R., Netriwati, N., & Nasution, S. P. (2018). Desain Model Pembelajaran Gerlach Dan Ely Yang Berciri Nilai-Nilai Ke-Islaman Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 7(3), 371. https://doi.org/10.24127/ajpm.v7i3.1593
Taufik, M., Sukmadinata, N. S., Abdulhak, I., & Tumbelaka, B. Y. (2010). Desain Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Ipa (Fisika) Sekolah Menengah Pertama Di Kota Bandung. Berkala Fisika, 13(2), 31–44.


Monday, 25 May 2020

artikel evaluasi pembelajaan ipa






Evaluasi Pembelajaran Program Pembelajaran IPA Dalam suatu proses belajar mengajar terdapat kegiatan evaluasi. Evaluasi adalah suatu kegiatan untuk mengetahui apakah proses belajar mengajar itu telah mencapai tujuan yang sudah ditetapkan atau belum, dengan kata lain proses belajar mengajar belum diketahui berhasil tidaknya sebelum evaluasi dilakukan. Karena itu evaluasi harus diperlukan dalam proses belajar mengajar dan evaluasi selalu memegang peranan yang penting dalam segala bentuk pengajaran yang efektif. Dengan evaluasi yang baik, dan menyeluruh akan dapat mengetahui apa yang diinginkan dari kegiatan belajar mengajar. Suatu evaluasi dikatakan baik jika mempunyai kriteria-kriteria. Evaluasi ini akan memberikan gambaran dan informasi sejauh mana ketercapaian dari pembelajaran. Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu bentuk mekanisme sistem pendidikan yang bertujuan untuk meninjau ulang proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam beberapa kurun waktu tertentu. Tinjauan ulang tersebut bertujuan untuk memahami, menggali,serta mengoreksi proses pendidikan yang dilakukan sehingga akan diketahui celah celah kekurangan yang harus diperbaiki. Evaluasi ini dilakukan dengan tujuan dapat memperbaiki kekurangan dalam pembelajaran, dan dapat dijadikan dasar untuk proses pembelajarannya selanjutnya. Sedangkan untuk pengertian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sendiri yaitu merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Dengan menyangkutpautkan pada program pembelajaran IPA dapat disimpulkan bahwa Evaluasi Program Pembelajaran IPA adalah kegiatan pengumpulan informasi terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran ipa. Evaluasi pembelajaran IPA bertujuan untuk mendeskripsikan program pembelajaran IPA.Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Faktor penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang bermakna adalah proses evaluasi yang dapat mendorong siswa belajar untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta mendorong iklim belajar yang kondusif, sehingga melahirkan tujuan yang ingin di capai Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan beberapa model yaitu: a) Model Evaluasi Kualitas dan Output Pembelajaran (EKOP). Model ini menggunakan pendekatan penilaian proses dan hasil. Penilaian proses pembelajaran dalam hal inidisebut dengan penilaian kualitas pembelajaran, sedangkan penilaian hasil pembelajaran dibatasi penilaian output pembelajaran, sehingga nama model ini disebut dengan model Evaluasi Kualitas dan Output Pembelajaran (EKOP). b) .Evaluasi model countenance stake adalah penilaiannya didasarkan atas kebutuhan program yang dievaluasi, sehingga dapat mengdeskripsikan secara kompleks program pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru serta memiliki potensi besar untuk memperoleh pengalaman dan teori terhadap program pembelajaran yang dievaluasi. c) Model evaluasi Stake merupakan analisis proses evaluasi yang menekankan pada dua jenis operasi yaitu deskripsi (descriptions) dan pertimbangan (judgments) serta membedakan tiga fase dalam evaluasi program yaitu: (1) persiapan (antecedents) dalam penelitian ini adalah perencanaan pembelajaran; (2) transaksi adalah pelaksanaan pembelajaran; dan (3) outcome dari program ini yakni hasil belajar peserta didik. Sudjana dan Ibrahim (2004: 230) menampilkan sejumlah kriteria yang dapat digunakan untuk mengevaluasi proses belajar dan pembelajaran yaitu: a. konsistensi dengan kegiatan yang terdapat dalam program pembelajaran, b. keterlaksanaan oleh guru, c. keterlaksanaan dari segi siswa, d. perhatian yang diperlihatkan para siswa terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung, e. keaktifan para siswa dalam proses belajar, f. kesempatan yang diberikan untuk menerapkan hasil pembelajaran dalam situasi yang nyata, g. pola interaksi antara guru dan siswa, dan h. kesempatan untuk mendapatkan umpan balik secara kontinu. Evaluasi pembelajaran IPA menjadi penting untuk dilakukan. Karena memperoleh hasil yang dapat dijadikan umpan balik (feed- back) bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran tersebut. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran IPA yang dilakukan dengan responden guru dan siswa di kategorikan cukup dengan perencanaan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa guru IPA dalam mengimplimentasikan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat belum maksimal. Dengan demikian, pandangan yang tepat dalam tujuan evaluasi pembelajaran bahwa evaluasi menjadi kebutuhan siswa dalam pembelajaran.