Hai teman teman, kali ini saya akan menuliskan sebuah artikel tentang model pembelajaran SETS lohh, apa sih model pembelajaran SETS itu?, nah Model Pembelajaran SETS merupakan Model Pembelajaran yang unik, mengapa? Karena Model pembelajaran SETS mengajarkan siswa menghubungkan Teori pelajaran yang di dapatkan di sekolah dengan penerapanya dalam bentuk teknologi, dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dan itu merupakan suatu bentuk upaya pembelajaran yang bersifat nyata dan kontekstual.
Oleh karena itu Pembelajaran
bervisi SETS sangat membantu untuk mencerdaskan emosional siswa dan Motivasi
siswa dalam hal belajar sains yang bisa membuat untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa, supaya pembelajaran ipa menjadi lebih menarik lagi dan tidak membosankan
apalagi belajar ipa hanya sebatas hafalan yang membuat siswa jenuh dan malas
melihat pelajaran IPA..
Terima kasih berharap bisa
bermanfaat kepada yang membaca artikel ini SEKIAN…………
Daftar Pusataka
Harnani, S. and Suyatna, A. (2015) ‘Lks Pemanasan Global Bervisi Sets
Berorientasi Kontruktivistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis’, Prosiding
Seminar Nasional Fisika, IV, pp. 179–184. Available at: http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosidingsnf/article/view/5004.
Karakter, M., Aktivitas, D. A. N. and Smp, S. (2014)
‘PENGEMBANGAN MEDIA GAME ULAR TANGGA BERVISI SETS TEMA ENERGI PADA PEMBELAJARAN
IPA TERPADU UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER DAN AKTIVITAS SISWA SMP/MTs’, USEJ
- Unnes Science Education Journal, 3(3). doi: 10.15294/usej.v3i3.4284.
Minarti, I. B., Susilowati, S. M. E. and Indriyanti, D. R.
(2012) ‘Sets Berbasis Edutainment Pada Tema Pencernaan’, Journal of
Innovative Science Education, 1(2), pp. 105–111. Available at:
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jise.
Nugraha, D. A. and Binadja, A. (2013) ‘Pengembangan Bahan
Ajar Reaksi Redoks Bervisi Sets, Berorientasi Konstruktivistik’, Journal of
Innovative Science Education, 2(1).
‘PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERVISI SETS DENGAN
METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENANAMKAN NILAI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Setyo
Eko Atmojo setyoekoatmojo@yahoo.co.id FKIP Universitas PGRI Yogyakarta A .
Pendahuluan Penyajian kegiatan pembelajaran yang kurang bervariasi baik pada
pendekatan , model , maupun media pembelajaran dapat menimbulkan kejenuhan
siswa terhadap kegiatan pembelajaran . Bila hal tersebut menjadi kurang
tertarik dan bosan terhadap pembelajaran IPA . Sikap bosan dan tidak tertarik
dengan pelajaran IPA nantinya dapat berakibat pada rendahnya pemahaman siswa
terhadap materi IPA . Proses belajar adalah proses kreatif dalam membangun
pengetahuan siswa . Proses kreatif tersebut dapat dilihat dari terjadi
interaktif antara siswa dan guru , antara siswa dan sumber pengetahuan , antara
siswa dan sistem akademik . Oleh karena itu , perlu metode pembelajaran yang
dapat menembangkan rasa ingin tahu , peduli pada lingkungan , pikir , mengamati
, menganalisa , hingga mengambil kesimpulan dari hal-hal sederhana yang terjadi
di lingkungan sekitar . Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan
adalah Pembelajaran dengan metode discovery learning bervisi SETS .
Pembelajaran IPA bervisi SETS Technology and Society ) yang mengaitkan antara
sains , lingkungan , teknologi dan masyarakat dalam pembelajaran peserta didik
diarahkan untuk menghasilkan produk kegiatan Produk pembelajaran yang dimaksud
dapat Pembelajaran IPA bervisi SETS dengan metode discovery learning yang’ (no
date), pp. 1–20.
Rohmadi, M. (2011) ‘Pembelajaran dengan Pendekatan CEP
(Chemo-enterpreneurship) yang Bervisi SETS (Science. Environtment, Technology
and Society) Guna Meningkatkan Kualitas Pembelajaran’, Jurnal Education,
6(1), p. 19.
Sugiarto, A. and Djukri, D. (2015) ‘Pembelajaran Berbasis
Sets Sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Dalam Pemecahan Masalah Pencemaran
Lingkungan’, Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 1(1), p. 1. doi:
10.21831/jipi.v1i1.4527.
Zahra, A. S., Sylviana, M. and Kusuma, M. (2018) ‘Kajian
Aktivitas Penambangan Batu dan Pasir di Sungai Gung Desa Kajen Kecamatan
Lebaksiu Melalui Pendekatan SETS’, Jpmp, 2(1), pp. 67–74.